Tuesday, July 7, 2020

SISTEM INFORMASI KOMPUTER OTOMATISASI PERKANTORAN DAN SISTEM PAKAR

Muhammad Alkahfi Sabaa 2IA06 54418466

SISTEM INFORMASI KOMPUTER OTOMATISASI PERKANTORAN DAN SISTEM PAKAR

Karena teknologi berkembang begitu pesat kita harus memanfaatkan teknologi dengan baik, dalam hal ini perusahaan mengambil langkah untuk memajukan kinerjanya dengan teknologi sehingga pekerjaan akan lebih mudah.

2.1 Pengertian Sistem Informasi Berbasis Computer (CBIS)

CBIS  adalah Computer Based Information System  atau Sistem Informasi Berbasis Komputer yang berfungsi untuk mengolah data yang diperoleh menjadi informasi untuk mengambil keputusan.

2.2 Pengertian Otomatisasi Komputer

Otomatisasi kantor dilakukan untuk mempermudah komunikasi didalam maupun luar perusahaan.
Otomisasi perkantoran pertama dilakukan pada tahun 1960,dilakukan ketika IBM memasarkan mesin TIK listrik.

Otomatisasi perkantoran artinya pengalihan kendali pekerjaan manual ke automatis dengan peralatan mesin terutama komputer.

Otomatisasi perkantoran penting untuk meningkatkan tingkat efektifitas kerja perusahaan.

2.3 Tujuan Otomatisasi Komputer

 OA atau Office Automation bertujuan untuk meningkatakan produktivitas lewat :
-Minimalisir biaya
-Pemecahan masalah kelompok
-Melengkapi bukan mengganti pekerja yang ada
-Menyatukan dan menerapkan teknologi
-Memperbarui proses pelaksanaan pekerjaan agar lebih efisien
-Meningkatkan produktivitas dan efektivitas pekerjaan
-agar meningkatkan komunikasi dan dapat menghasilkan keputusan yang lebih cepat dan tepat

2.4 Manfaat Otomatisasi Komputer

Manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dalam pemanfaatan sistem otomatisasi perkantoran contohnya seperti meminimalisir biaya, pemecahan masalah dalam kelompok, cara komunikasi bisnis dan meningkatkan produktivitas dan efektivitas pekerjaan.

2.5 Fasilitas dalam Otomatisasi Komputer

Dilihat dari tenaga penggeraknya
Mesin manual yang digerakkan dengan manusia dan mesin listrik yang digerakkan listrik.
Dilihat dari cara kerja dan komponen mesinnya
Mesin mekanik merupakkan mesin yang bisa kita lihat pergerakan mesinnya dan    mesin elektronik adalah mesin yang memakai kabel.
Dilihat dari fungsinya dalam berbagai pekerjaan kantor
Mesin-mesin untuk mencatat informasi, Mesin-mesin untuk menghimpun Informasi, Mesin-mesin untuk mengolah informasi , Mesin-mesin untuk memperbanyak informasi, Mesin-mesin untuk mengirimkan informasi dan Mesin-mesin untuk menyimpan informasi.

2.6 Peranan otomatisasi perkantoran dalam pemecahan suatu masalah

dalam aplikasi OA dapat membuat manajer untuk melakukan suatu pemilihan keputusan untuk membuat sistem yang baik.

yang mempengaruhi peranan otomatisasi perkantoran dalam pemecahan suatu masalah adalah :
Jenis organisasi
Pilihan pribadi
Sumber daya OA yang disediakan perusahaan

2.7 Pengguna Otomatisasi Komputer

Otomatisasi pegawai dipakai oleh semua orang yang bekerja dikantor.
pada dasarnya ada 4 kategori pengguna OA yaitu :
Manajer : dia adalah orang yang bertanggung jawab dalam mengolah sumber daya perusahaan.
Profesional : dia memberikan keahlian khususnya.
Sekretaris : biasanya ditugaskan untuk menjadi mitra yang membantu dalam hal penjadwalan, komunikasi dan korespondensi.
Pegawai administratif  : melaksanakan tugas untuk sekretaris

2.8 Tahap Penerapan Otomatisasi Perkantoran

Tahap-tahap Penerapan Otomatisasi Kantor
1. Tradisional : penggunaan teknologi untuk mengurangi biaya
2. Transisional : dimulainya mengolah data dengan komputer
3. Transformasional : menggunakan teknologi dalam pekerjaan sehari hari
Cara Menerapkan (Virtual Office)
a. Menyediakan sumber daya komputer
b. Menyediakan sarana akses ke sumber daya informasi
c. Menyediakan perlengkapan non-komputer
d. Menyiapkan sarana telepon yang dapat dialihkan
e. Menyediakan kelengkapan untuk panggilan konferensi
f. Membuat jadwal pertemuan reguler
g. Melaksanakan urutan-urutan pekerjaan secara teratur
Manfaat Menerapkan Kantor Virtual dalam Bisnis
Manfaat penerapan kantor virtual adalah hemat biaya dan hemat waktu.
Keuntungan dan Kerugian Kantor Virtual
Keuntungannya adalah mengurangi biaya , membuat jaringan komunikasi formal, mengurangi penghentian kerja dan kontribusi sosial.
sedangkan kerugiannya kebanyakan dari mental pengguna yang biasanya berkaitan dengan rasa tidak bekerja dengan manual.

2.9 Model Otomatisasi Perkantoran

Karena OA tidak mengolah data maka penggunaan database dibatasi pada isi informasi.
Informasi bekerja sebagai input dalam aplikasi OA.

2.10 Penggunaan Peralatan dalam Otomatisasi Kantor

Dilihat dari tenaga penggeraknya : ada mesin manual dan elektrik
Dilihat dari cara kerja dan komponen mesinnya : Mesin mekanik dan elektronik
Dilihat dari fungsinya dalam berbagai pekerjaan kantor
Mesin-mesin untuk mencatat informasi, Mesin-mesin untuk menghimpun Informasi, Mesin-mesin untuk mengolah informasi , Mesin-mesin untuk memperbanyak informasi, Mesin-mesin untuk mengirimkan informasi dan Mesin-mesin untuk menyimpan informasi.

2.11 Jenis-jenis Aplikasi Otomatisasi Kantor

Pengolahan Kata (Word Processing) seperti microsoft word
Surat Elektronik (Electronic Mail/E-mail)
Voice Mail untuk mengirim pesan suara
Kalender Elektronik (Electronic Calendaring)
Konferensi Audio (Audio Conferencing)
Konferensi Video
Konferensi Komputer (Computer Conferencing)
Transmisi Faxsimili (Facsimile Transmission)
Pencitraan (Imaging)
VideoText
Desktop Publishing (DTP)

2.12 Sistem Pakar

Konsep sistem pakar yaitu menirukan cara kerja seorang manusia yang ahli dalam hal tertentu.
keunggulannya yaitu ketika dalam suatu linkungan tidak ada yang ahli dalam bidang tersebut jadi bisa menggunakan sistem pakar.

2.13 Kelebihan Sistem Pakar

memungkinkan orang biasa untuk mengerjakan sesuatu seperti ahli.
meningkatkan pruduktivitas menjadi lebih efisien.
Menghemat waktu
Menyederhanakan pekerjaan
pengolahan berulang secara otomatis
tersedianya pengetahuan pakar bagi masyarakat luas

2.14 Kelemahan Sistem Pakar

Pengembangannya sulit karena tergantung pakar yang ada
Mahal untuk dikembangkan
Masih harus diimplementasi kan dalam komputer besar
Tidak 100% menguntungkan karena sumbernya adalah manusia dan manusia masih bisa salah

2.15 Tahapan-tahapan pengembangan sistem pakar

Identifikasi, Menentukan hal hal yang akan dianalisis.
Konseptualitas, Hasil identifikasi dibandingkan dan konsep yang penting dan ideal yang akan digunakan.
Formalisasi, konsep yang telah diambil diimplementasikan secara formal
Implementasi, setelah diformalisasi denagn lengkap lalu diimplementasikan dengan membuat garis besar masalah kemudian memecahkan masalah.
Evaluasi, pengujian sistem pakar yang telah dibangun.
Pengembangan Sistem, agar sistem yang dibangun tidak menjadi usang dan invesatasi tidak sia sia.

2.16 Bentuk Sistem Pakar

Berdiri sendiri : sistem pakar merupakan software yang berdiri sendiri dan tidak bergantung dengan software yang lain
Bagian program  yang ada dalam suatu algoritma yang mana bisa memanggil algoritma subrutin lain
Menghubungkan ke software lain : sistem pakar yang terhubung ke suatu program tertentu
Sistem Mengabdi : sistem pakar yang menjadi satu dengan komputer khusus.

2.17 Struktur Sistem Pakar

sistem pakar terdiri dari dua bagian pokok, yaitu lingkungan pengembangan dan lingkungan konsultasi.
Cara representasi sistem pakar
Ada tiga teknik cara representasi dalam sistem pakar, yaitu: 
Production rule, Model ide dasar yang memberikan pengetahuan dalam format jika-maka
Semantic network, Adalah gambaran grafik dari pengetahuan dengan memperhatikan lambang lambangnya.
Frame, Adalah struktur data yang berisi semua pengetahuan tentang objek tertentu.
Kategori umum dari sistem pakar
Kategori - Masalah yang diselesaikan
Diagnosa - Menduga dimana kegagalan sistem yang di observasi
Interpretasi - Menduga gambaran situasi dari observasi
Prediksi - menduga akibat yang akan terjadi dari observasi
Perencanaan - membuat rencana untuk mencapai tujuan tertentu
Monitoring - Membandingkan observasi dengan rencana
Debugging - membuat pembenaran kegagalan yang ada
Reference  - melakukan pembenaran kegagalan
Instruksi - Mendiagnosa
Kontrol - Mengimplementasikan, memprediksi, mengontrol kegiatan yang membutuhkan pemanduan
Contoh beberapa sistem pakar
XSEL
Membantu penjual untuk membantu menjual dengan komputer DEC yang memilihkan pesanan yang seusai kebutuhan.
MYCIN
Membantu jurumedis dalam mendiagnosa penyakit yang disebabkan oleh bakteri
 PROSPECTOR
 menyediakan kemampuan seperti seorang pakar di bidang geologi.

2.18 Model konseptual sistem pakar

Model konseptual sistem pakar yang paling umum adalah adanya 4 buah komponen penting, yakni basis pengetahuan (knowledge base), mesin inferensi (inference engine), fasilitas penjelasan, dan antarmuka pemakai.
Basis pengetahuan yang bersumber kepada pengetahuan pengetahuan sistem pakar.
Mesin inferensi adalah inti dari sistem pakar.
Fasilitas penjelas adalah sesuatu yang berfungsi untuk memberikan penjelasan kepada user
Antarmuka pemakai merupakan bagian yang menjembatani antara sistem dan pemakai.

3.1 Kesimpulan
Konsep SIM dibuat saat komputer diperkenalkan pada tahun 1964 untuk mendukung peralatan baru  dalam penerapan ke tujuan utama yaitu menghasilkan informasi manajemen.

Otomatisasi kantor (office automation/OA) digunakan untuk mempermudah komunikasi dan meningkatkan kinerja manajer dan pekerja kantor dengan alat elektronik. OA telah berkembang dan meliputi banyak aplikasi . Komputer dapat digunakan untuk penalaran logis yang hampir sama dengan manusia yang mana disebut artificial intelligence

Contoh penerapan otomasi kantor adalah mulai dilakukannya video conference pada saat WFH sekarang ini dalam mengganti meeting tatap muka yang bisa berakibat penularan virus covid sehingga video conference dilakukan yang mana dapat mengurangi biaya meeting yang harus sewa ruangan dan lain lain sedangkan kita bisa meeting dimana saja dengan video conference

Wednesday, July 1, 2020

Sistem Pendukung Keputusan Pendidikan Berbasis Data
Abstraksi - DDEDDS atau Data Driven Education Support System adalah sistem untuk membantu pendidikan guru yang mana dapat membantu dalam mengambil keputusan ketika banyak hal yang diperhitungkan dalam mengajar seperti beda kelas, perbedaan kelamin dan perbedaan daerah.
1. Introduksi
Sistem Pendukung Keputusan Pendidikan Berbasis Data pada intinya adalah untuk membantu pengambilan keputusan berdasarkan pendidikan tertentu dengan memanfaatkan informasi yang disajikan diinternet agar hasil keputusan lebih akurat dan komprehensif.
Sistem Pendukung Keputusan Pendidikan Berbasis Data dipelajari dari aspek proposal topik, situasi penelitian saat ini di dalam dan luar negeri, konten penelitian, dasar teoretis, metode penelitian, titik inovasi, dan desain penelitian sehingga dapat merancang gudang data pendidikan, kumpulan data multidimensi pendidikan, dan struktur penambangan data pendidikan. Hasil penelitian membuktikan udang data pendidikan yang dirancang, kumpulan data multidimensi pendidikan dan struktur penambangan data pendidikan melengkapi persyaratan dasar pengambilan keputusan pendidikan
2.  Peninjauan Literatur
DDEDSS adalah keputusan berdasarkan data pendidikan, jadi pemodelan data pendidikan adalah dasar dari DDEDSS.
Berdasarkan cendekiawan Byington dan Butler data ditetapkan berdasarkan tema "siswa", termasuk informasi dasar siswa, prestasi akademik, kursus, lembaga pendidikan, penghargaan dan data lainnya.
Seluruh sistem pendidikan berpusat pada pembelajaran, sebab itu untuk membuat model dari sebuah data lebih baik mengacu kepada siswa sebagai temannya.
karena kinerja pembelajaran sekarang terutama tercerminkan pada kinerja kursus juga diinginkan menggunakan hasil dari seluruh mata pelajaran sebagai data kunci.
Namun tidak apa apa jika ingin mempelajari bagaimana prestasi membentuk tabel relasional yang cocok untuk analisis multi-dimensi dan data mining dibutuhkan untuk pengambilan keputusan pendidikan.
Berdasarkan persyaratan spesifik dari data di warehouse lebih baik model data pendidikan bintang yang sepenuhnya memenuhi persyaratan teknis dari database juga mengambil kinerja kurikulum siswa sebagai bagian utama, tetapi tidak mempertimbangkan informasi hierarkis tahun / istilah, provinsi / kota / kabupaten, atau kategori kurikulum / kursus analisis multidimensi sebab itu masih ada yang kurang mendukung.
Chou et al mengemukakan struktur umum sistem pendukung keputusan pendidikan. Tujuannya adalah untuk mengambil sistem sebagai alat bantu, untuk mengekstraksi, menggali dan menganalisis data statistik pendidikan, agar bisa memberikan informasi yang tepat serta kemampuan statistik untuk tingkat pengambilan keputusan pendidikan oleh sebab itu dukungan keputusan untuk pekerjaan pendidikan dibentuk. Sistem tidak secara khusus menggambarkan pemodelan data, juga bukan model yang berpusat pada kinerja pembelajaran pelajar.
Hernes dan Sobieska-KarpiƄska mengajukan pemodelan data evaluasi kualitas  bakat . DDEDSS sekarang menggunakan data dari kurikulum sehingga mempunyai referensi untuk menilai kualitas bakat.
Data kinerja juga penting untuk menentukan tujuan belajarnya.
Konstantinidis dan Bamidis mengusulkan agar kerangka kerja data DDEDSS berdasarkan kinerja pembelajaran peserta didik yang namun perlu mempertimbangkan lingkungan pendidikan di Amerika Serikat terlalu banyak dan perlu dikombinasikan dengan pemanfaatan lokal pendidikan Cina .
Para sarjana Mccoy dan Rosenbaum mendahulukan struktur keseluruhan sistem pendukung keputusan pendidikan. Kerangka kerja ini sangat besar, pada dasarnya dari logika implementasi perangkat lunak dan penguraian modul fungsional, seperti browser, server, jaringan area lokal, manajemen database sistem, sistem manajemen basis model, sistem manajemen basis pengetahuan, dan sistem manajemen perpustakaan metode Itu cocok untuk pengembang dan pengguna DDEDSS agar bisa memahami keseluruhan sistem.
Platform data kerangka kerja ini adalah Microsoft SQL Server 2000. Sumber data termasuk skala pendaftaran dalam sistem statistik pendidikan, jumlah siswa, jumlah lulusan, jumlah guru dan staf, pembangunan penelitian ilmiah, dan kamus umum dalam aset dan sistem tetap.
realisasi Interface analisis pendaftaran dan analisis kondisi sekolah juga dilakukan tetapi tidak ada hasil analisis khusus. Cendekiawan Mokin et al mengemukakan keseluruhan struktur sistem pendukung keputusan pendidikan tapi mereka tidak menggambarkan platform data yang digunakan, Kerangka kerjanya yang digunakan deskripsi hirarkis dari database, gudang data, OLAM dan DLAP.
Pemrosesan data DDEDSS Khususnya mengeksplorasi penelitian aplikasi data warehouse, analisis multidimensi dan penambangan data berdasarkan teknologi database.
Intinya semua informasi dalam DDEDSS cukup mencukupi 3 bidang yaitu pendidikan, data dan komputer. karena itu latar belakang informasi dipertimbangkan untuk menggali interoperabilitas dari tiga bidang pendidikan, data dan komputer di seluruh DDEDSS. Oleh karena itu DDEDSS dibentuk agar DDEDSS bisa digunakan secara logis dan mutual.
3. Metode
3.1 Prinsip dan kerangka kerja rekayasa sistem pendidikan
Di era informasi sekarang, sistem pendidikan adalah dasar sistem interaktif informasi pendidikan.
Ketika menganalisis sistem pendidikan, hubungan interaktif antara kedua pihak harus terlebih dahulu diambil dari karakter lokal

Berdasarkan framework "prinsip-prinsip sistem dan Rekayasa"dapat dikatuhi bahwa framework "prinsip-prinsip dan teknik sistem DDEDSS" dapat diwariskan dan diperluas.
intinya, ini disebut kerangka kerja "prinsip dan rekayasa DDEDSS" dari sistem interaksi informasi.
3.2 DDEDSS elements and the relationship
Tujuan atau hasil dari eksplorasi iterasi sampai mendekati prinsip-prinsip dan rekayasa elemen-elemen DDEDSS dan hubungannya harus jelas.
Iterasi lebih lanjut dapat digunakan sebagai granularity ideal elemen DDEDSS dan hubungannya.

4. Hasil dan Diskusi
Kerangka iteratif digunakan untuk mendefinisikan elemen-elemen dan hubungannya dengan sistem DDEDSS dengan memakai pengulangan lebih lanjut dari proses DDEDSS dan statusnya, sampai target atau hasil yang dibutuhkan oleh DDEDSS dapat diperkirakan.
Iterasi lengkap dari persyaratankeseluruhan sistem dilakukan secara mendalam dengan  kasus penggunaan protagonis sebagai garis utama iterasi yang biasanya dalam model diagram UML

Use case protagonis daun adalah use case yang harus dipakai

Proses DDEDSS di atas dan statusnya pada akhirnya akan dipetakan ke realisasi yang lebih spesifik pengumpulan data pendidikan, data multidimensi analisis pendidikan, dan data mining pendidikan.
4.2 Pengumpulan data, analisis dan penambangan
SQL server 2008 adalah software yang paling tepat setelah mempertimbangkan banyak hal.
tiga tingkat akuisisi data DDEDSS
-Pergudangan, gudang terintegrasi
-Data pendidikan analisis multidimensi
-Penambangan data pendidikan (mengabaikan komunikasi emosional dan metode pemikiran filosofis yang belum didukung oleh SQL Server).

4.3 Akuisisi data pendidikan dan desain data warehouse
Model data pendidikan adalah dasar dari akuisisi data, pergudangan, dan integrasi.
basis data pendidikan harus didasarkan pada model data pendidikan, mengarah kepada teori teknik berorientasi objek.
Hal Hal yang perlu diperhatikan ketika menggambarkan objek dengan data :
-Perlu untuk mempertimbangkan item / bidang data
-Tipe data, nilai data, struktur data / tabel data
-Hubungan (data tabel) lebih lanjut
4.4 Analisis data pendidikan dan desain set data multi-dimensi
kumpulan data multidimensi pendidikan OLAP dapat diatur untuk melakukan analisis data.
Data diperoleh dari data yang lebih besar, sehingga data dapat disebut sebagai analisis informasi.
Analisis multidimensi data atau proses hierarki analitik (AHP), adalah inti teknologi analisis data pendidikan sekarang.

data analisis multi-dimensi lebih unggul dibanding excel karena mempunyai analisis multi dimensi interaktif.
4.5 Penambangan data pendidikan dan desain struktur penambangan
Dapat didasarkan pada prinsip data mining untuk menemukan fungsi atau hukum korelasi antara data dari data yang lebih besar.
Kata data mining dipakai karena ini adalah topik hangat dalam bidang teknologi informasi
Inti dari data mining adalah perhitungan korelasi antara data yang sangat banyak.
4.6 Akuisisi data pendidikan dan desain data warehouse
Sekumpulan data pasti punya kesamaan tertentu tetapi tidak punya kesamaan yang pasti.
contohnya jarak mahalanobis dij ditentukan dalam kalkulasi dibawah ini :

Dari sini, dapat dilihat bahwa semakin seadikit jarak dij, semakin banyak hubungan bagi kedua data tersebut


Setelah desain struktur penambangan data dan model penambangan dalam SQL Server, perangkat lunak B / S mode DDEDSS harus dikembangkan untuk memperbarui model penambangan data pendidikan ke dalam software DDEDSS akibatnya semua jenis pengguna dapat menggunakan perangkat lunak sebagai alat bantu untuk pengambilan keputusan pendidikan setelah login browser IE.
5. Kesimpulan
Akuisisi data pendidikan, penyimpanan, pergudangan terintegrasi - analisis data - penambangan data adalah inti dari dan penerapan pemrosesan data DDEDSS dan SQL 2008 memenuhi persyaratan untuk DDEDSS