dibawah adalah perbedaan antara kedua negara tersebut
Jepang
Konstitusi Jepang menjamin kebebasan beragama. Ada 2 agama besar di Jepang yaitu shintou 神道 (Shinto) dan bukkyou 仏教 (Buddha). Agama shinto adalah agama asli Jepang yang didasarkan pada keyakinan animisme pada dewa yang dikenal sebagai Kami 神. Sedangkan agama Buddha dibawa ke Jepang dari Cina pada abad ke-6. Meskipun agama Buddha kemudian menjadi dominan, tapi ia mampu hidup berdampingan dengan agama Shinto yang sudah ada sebelumnya.
Kristen dibawa ke Jepang pada tahun 1549 oleh misionaris Jesuit. Abad ke-16 merupakan periode kerusuhan politik sehingga agama Kristen di Jepang menyebar dengan cepat pada awalnya karena banyak orang yang mencari simbol spiritual baru. Tetapi agama kristen dilarang pada tahun 1639 setelah penyatuan Jepang selesai. Dan larangan ini berlaku sampai Restorasi Meiji di pertengahan abad ke-19. Saat ini ada sekitar 1 persen penduduk Jepang yang memeluk agama Kristen.
Banyak orang Jepang mengunjungi kuil Shinto ketika bayi lahir dan ketika mereka menikah. Mereka juga pergi ke kuil untuk berdoa sebelum ujian masuk sekolah. Uniknya mereka sering beralih ke kepercayaan Buddha selama masa berkabung, seperti saat terjadi kematian. Mengunjungi tempat-tempat suci dan kuil-kuil Buddha di Tahun Baru adalah tradisi lama orang Jepang. Selama tiga hari pertama tahun baru ada sekitar 70-80 persen masyarakat Jepang yang mengunjui kuil-kuil ini. Pengaruh Shinto dan keyakinan Buddha hadir dalam banyak ritual, festival, dan acara sepanjang tahun di Jepang.
Ada banyak tradisi yang berkaitan dengan Agama Shinto dan Budda. Kedua agama ini telah memainkan peran penting dalam sejarah dan adat istiadat Je[amg. Tetapi bukti menunjukkan bahwa orang Jepang tidak melihat tradisi agama dalam arti yang sama dengan pandangan di Barat. Sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa 75 persen dari orang-orang yang disurvei mengatakan mereka tidak percaya pada agama, dan hanya 23 persen yang percaya. Sekitar 60 persen orang berpikir bahwa untuk hidup bahagia agama tidak penting, dan hanya 30 persen yang berpikir penting. Meski demikian, 81 persen orang Jepang pergi ke kuil atau gereja.
India
Kebudayaan India penuh dengan sinkretisme, dan
pluralisme budaya. Kebudayaan ini terus menyerap adat istiadat, tradisi, dan
pemikiran dari penjajah, dan imigran sambil terus mempertahankan tradisi yang
sudah mapan, dan menyebarluaskan budaya India ke tempat-tempat lain di Asia.
Kebudayaan tradisional India memiliki hierarki
sosial yang relatif ketat. Sejak usia dini, anak-anak diajari tentang peran,
dan kedudukan mereka dalam masyarakat. Tradisi ini diperkuat dengan kepercayaan
kepada dewa-dewa, dan roh yang dianggap berperan penting, dan tak terpisahkan
dari kehidupan mereka. Dalam sistem kasta di India ditetapkan stratifikasi
sosial, dan pembatasan dalam kehidupan sosial di anak benua India. Kelas-kelas sosial
dibentuk oleh ribuan kelompok herediter yang mempraktikkan endogami, yang umum
disebut jāti atau kasta.
Orang India sangat menghargai nilai-nilai
kekeluargaan tradisional. Walaupun demikian, rumah-rumah di perkotaan sekarang
lebih sering hanya didiami oleh keluarga inti. Hal ini disebabkan keterbatasan
ekonomi, dan sosial untuk hidup bersama dalam sebuah keluarga besar. Di kawasan
pedesaan masih umum dijumpai anggota keluarga dari tiga hingga empat generasi
yang tinggal di bawah satu atap.Masalah-masalah yang timbul dalam keluarga
sering diselesaikan secara patriarkisme. Mayoritas terbesar orang India menikah
setelah dijodohkan oleh orang tua mereka atau anggota keluarga yang dituakan,
namun dengan persetujuan pengantin pria, dan pengantin wanita. Pernikahan
dipandang sebagai ikatan seumur hidup, dan angka perceraian sangat rendah.
Walaupun demikian, pernikahan dini masih merupakan tradisi yang umum. Separuh
dari populasi wanita India menikah sebelum mencapai usia 18 tahun yang
merupakan usia dewasa menurut hukum.
Masakan India mencakup berbagai masakan khas dari
berbagai kawasan di India. Ciri khas masakan India adalah pemakaian bumbu serta
rempah-rempah yang beraneka ragam. Makanan pokok orang India adalah beras
(terutama di India selatan, dan timur), dan gandum di India bagian timur.
Rempah-rempah seperti merica aslinya berasal dari anak benua India. Cabai
menjadi populer di India berkat diperkenalkan oleh orang Portugis.
Pakaian tradisional berbeda-beda menurut daerahnya
di India. Warna-warni, dan gaya pakaian tradisional bergantung pada berbagai
faktor, terutama iklim. Pakaian berupa kain yang disampirkan merupakan gaya
busana yang populer di India. Wanita mengenakan pakaian yang disebut sari, dan
pria mengenakan pakaian yang disebut dhoti atau lungi. Pakaian dari kain yang
dijahit juga populer, seperti salwar kameez yang dikenakan wanita. Pria
mengenakan kurta berikut piyama, selain celana panjang, dan kemeja gaya Eropa
yang juga populer.
Sebagian besar hari libur di India merupakan hari
raya keagamaan. Walaupun demikian, di India juga terdapat hari raya sekuler
yang dirayakan tanpa memandang kasta, dan kepercayaan. Hari raya yang dikenal
di seluruh India, misalnya Diwali, Ganesh Chaturthi, Ugadi, Thai Pongal, Holi,
Onam, Vijayadasami, Durga Puja, Idul Fitri, Bakr-Id, Natal, Buddha Jayanti, dan
Vaisakhi. India memiliki tiga hari nasional. Selain itu, India memiliki hari
raya lainnya. Jumlah hari libur resmi antara 9 hingga 12 hari bergantung kepada
masing-masing negara bagian. Kehidupan beragama merupakan bagian tidak
terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, dan bukan urusan pribadi.
Arsitektur India sangat melambangkan kebinekaan
kebudayaan India. Sebagian di antaranya, termasuk monumen megah seperti Taj
Mahal, dan bangunan berarsitektur arsitektur MughalMughal, dan India Selatan
merupakan campuran dari tradisi kuno, dan beraneka ragam tradisi lokal dari
berbagai wilayah di India, dan luar negeri. Arsitektur vernakular juga
menunjukkan variasi regional yang mencolok.
Musik India mencakup berbagai jenis musik daerah,
dan musik tradisional. Musik tradisional India secara garis besar dibagi
menjadi dua jenis: musik tradisional Hindustani dari India Utara, Karnataka
dari India Selatan, dan berbagai variasi darinya yang muncul di sebagai musik
daerah di India. Musik filmi, dan musik rakyat India merupakan bentuk-bentuk
musik pop yang telah menjadi bentuk musik daerah. Musik yang dibawakan kelompok
baul berakar pada tradisi sinkretisme, dan merupakan contoh musik rakyat yang
dikenal luas.
Tari India juga terdiri dari bentuk-bentuk tari
klasik, dan tari rakyat. Di antara tari rakyat India yang dikenal luas,
misalnya: bhangra dari Punjab, bihu dari Assam, chhau dari Benggala Barat,
Jharkhand, dan sambalpuri dari Orissa, serta ghoomar dari Rajasthan. Akademi
Musik, Tari, dan Drama Nasional India telah mengakui delapan bentuk tari sebagai
tari klasik India. Di antara kedelapan tarian tersebut sebagian di antaranya
dilengkapi narasi, dan dipengaruhi unsur-unsur mitologi Hindu. Kedelapan tari
klasik India yang dimaksud adalah: bharatanatyam dari Tamil Nadu, kathak dari
Uttar Pradesh, kathakali, dan mohiniyattam dari Kerala, kuchipudi dari Andhra
Pradesh, manipuri dari Manipur, odissi dari Orissa, dan sattriya dari Assam.
Teater di India memadukan musik, tari, dan dialog
yang memakai skenario atau improvisasi. Kisahnya sering didasarkan pada
mitologi Hindu, namun sebagian di antaranya mengambil ide dari kisah percintaan
abad pertengahan, sambil menyinggung peristiwa-peristiwa sosial, dan politik.
Teater rakyat yang populer di India, misalnya: bhavai dari negara bagian
Gujarat, jatra dari Benggala Barat, nautanki, dan ramlila dari India Timur,
tamasha dari Maharashtra, burrakatha dari Andhra Pradesh, terukkuttu dari Tamil
Nadu, serta yakshagana dari Karnataka.
India memiliki industri film terbesar di dunia.
Bollywood memproduksi film-film Hindi yang laris. Industri film Bollywood
berpusat di Mumbai, dan telah menjadi industri film paling produktif di dunia.
Selain Bollywood, film-film berbahasa Bengali, Kannada, Malayalam, Marathi,
Tamil, dan Telugu juga didukung oleh industri film yang mapan.
Bentuk-bentuk awal sastra India berbentuk sastra
lisan yang kemudian dijadikan sastra tertulis. Kesusastraan India mencakup
karya-karya sastra Sanskerta, seperti bentuk awal Weda, epos Mahabharata, dan
Ramayana, drama Sakuntala, puisi-puisi seperti Mahākāvya, dan sastra Sangam
dalam bahasa Tamil. Di antara penulis India era modern terdapat sastrawan
Rabindranath Tagore yang memenangi Hadiah Nobel tahun 1913.
No comments:
Post a Comment