Friday, April 19, 2019

Perbedaan Budaya jepang dan india

Jepang salah satu negara maju di benua asia yang terkenal dengan sopan santunnya atau etika mereka sedangkan India adalah negara besar yang mempunyai penduduk yang sangat banyak
dibawah adalah perbedaan antara kedua negara tersebut

Jepang
Konstitusi Jepang menjamin kebebasan beragama. Ada 2 agama besar di Jepang yaitu shintou 神道 (Shinto) dan bukkyou 仏教 (Buddha). Agama shinto adalah agama asli Jepang yang didasarkan pada keyakinan animisme pada dewa yang dikenal sebagai Kami 神. Sedangkan agama Buddha dibawa ke Jepang dari Cina pada abad ke-6. Meskipun agama Buddha kemudian menjadi dominan, tapi ia mampu hidup berdampingan dengan agama Shinto yang sudah ada sebelumnya.
Kristen dibawa ke Jepang pada tahun 1549 oleh misionaris Jesuit. Abad ke-16 merupakan periode kerusuhan politik sehingga agama Kristen di Jepang menyebar dengan cepat pada awalnya karena banyak orang yang mencari simbol spiritual baru. Tetapi agama kristen dilarang pada tahun 1639 setelah penyatuan Jepang selesai. Dan larangan ini berlaku sampai Restorasi Meiji di pertengahan abad ke-19. Saat ini ada sekitar 1 persen penduduk Jepang yang memeluk agama Kristen.
Banyak orang Jepang mengunjungi kuil Shinto ketika bayi lahir dan ketika mereka menikah. Mereka juga pergi ke kuil untuk berdoa sebelum ujian masuk sekolah. Uniknya mereka sering beralih ke kepercayaan Buddha selama masa berkabung, seperti saat terjadi kematian. Mengunjungi tempat-tempat suci dan kuil-kuil Buddha di Tahun Baru adalah tradisi lama orang Jepang. Selama tiga hari pertama tahun baru ada sekitar 70-80 persen masyarakat Jepang yang mengunjui kuil-kuil ini. Pengaruh Shinto dan keyakinan Buddha hadir dalam banyak ritual, festival, dan acara sepanjang tahun di Jepang.
Ada banyak tradisi yang berkaitan dengan Agama Shinto dan Budda. Kedua agama ini telah memainkan peran penting dalam sejarah dan adat istiadat Je[amg. Tetapi bukti menunjukkan bahwa orang Jepang tidak melihat tradisi agama dalam arti yang sama dengan pandangan di Barat. Sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa 75 persen dari orang-orang yang disurvei mengatakan mereka tidak percaya pada agama, dan hanya 23 persen yang percaya. Sekitar 60 persen orang berpikir bahwa untuk hidup bahagia agama tidak penting, dan hanya 30 persen yang berpikir penting. Meski demikian, 81 persen orang Jepang pergi ke kuil atau gereja.
India
Kebudayaan India penuh dengan sinkretisme, dan pluralisme budaya. Kebudayaan ini terus menyerap adat istiadat, tradisi, dan pemikiran dari penjajah, dan imigran sambil terus mempertahankan tradisi yang sudah mapan, dan menyebarluaskan budaya India ke tempat-tempat lain di Asia.

Kebudayaan tradisional India memiliki hierarki sosial yang relatif ketat. Sejak usia dini, anak-anak diajari tentang peran, dan kedudukan mereka dalam masyarakat. Tradisi ini diperkuat dengan kepercayaan kepada dewa-dewa, dan roh yang dianggap berperan penting, dan tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Dalam sistem kasta di India ditetapkan stratifikasi sosial, dan pembatasan dalam kehidupan sosial di anak benua India. Kelas-kelas sosial dibentuk oleh ribuan kelompok herediter yang mempraktikkan endogami, yang umum disebut jāti atau kasta.

Orang India sangat menghargai nilai-nilai kekeluargaan tradisional. Walaupun demikian, rumah-rumah di perkotaan sekarang lebih sering hanya didiami oleh keluarga inti. Hal ini disebabkan keterbatasan ekonomi, dan sosial untuk hidup bersama dalam sebuah keluarga besar. Di kawasan pedesaan masih umum dijumpai anggota keluarga dari tiga hingga empat generasi yang tinggal di bawah satu atap.Masalah-masalah yang timbul dalam keluarga sering diselesaikan secara patriarkisme. Mayoritas terbesar orang India menikah setelah dijodohkan oleh orang tua mereka atau anggota keluarga yang dituakan, namun dengan persetujuan pengantin pria, dan pengantin wanita. Pernikahan dipandang sebagai ikatan seumur hidup, dan angka perceraian sangat rendah. Walaupun demikian, pernikahan dini masih merupakan tradisi yang umum. Separuh dari populasi wanita India menikah sebelum mencapai usia 18 tahun yang merupakan usia dewasa menurut hukum.

Masakan India mencakup berbagai masakan khas dari berbagai kawasan di India. Ciri khas masakan India adalah pemakaian bumbu serta rempah-rempah yang beraneka ragam. Makanan pokok orang India adalah beras (terutama di India selatan, dan timur), dan gandum di India bagian timur. Rempah-rempah seperti merica aslinya berasal dari anak benua India. Cabai menjadi populer di India berkat diperkenalkan oleh orang Portugis.

Pakaian tradisional berbeda-beda menurut daerahnya di India. Warna-warni, dan gaya pakaian tradisional bergantung pada berbagai faktor, terutama iklim. Pakaian berupa kain yang disampirkan merupakan gaya busana yang populer di India. Wanita mengenakan pakaian yang disebut sari, dan pria mengenakan pakaian yang disebut dhoti atau lungi. Pakaian dari kain yang dijahit juga populer, seperti salwar kameez yang dikenakan wanita. Pria mengenakan kurta berikut piyama, selain celana panjang, dan kemeja gaya Eropa yang juga populer.

Sebagian besar hari libur di India merupakan hari raya keagamaan. Walaupun demikian, di India juga terdapat hari raya sekuler yang dirayakan tanpa memandang kasta, dan kepercayaan. Hari raya yang dikenal di seluruh India, misalnya Diwali, Ganesh Chaturthi, Ugadi, Thai Pongal, Holi, Onam, Vijayadasami, Durga Puja, Idul Fitri, Bakr-Id, Natal, Buddha Jayanti, dan Vaisakhi. India memiliki tiga hari nasional. Selain itu, India memiliki hari raya lainnya. Jumlah hari libur resmi antara 9 hingga 12 hari bergantung kepada masing-masing negara bagian. Kehidupan beragama merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, dan bukan urusan pribadi.

Arsitektur India sangat melambangkan kebinekaan kebudayaan India. Sebagian di antaranya, termasuk monumen megah seperti Taj Mahal, dan bangunan berarsitektur arsitektur MughalMughal, dan India Selatan merupakan campuran dari tradisi kuno, dan beraneka ragam tradisi lokal dari berbagai wilayah di India, dan luar negeri. Arsitektur vernakular juga menunjukkan variasi regional yang mencolok.

Musik India mencakup berbagai jenis musik daerah, dan musik tradisional. Musik tradisional India secara garis besar dibagi menjadi dua jenis: musik tradisional Hindustani dari India Utara, Karnataka dari India Selatan, dan berbagai variasi darinya yang muncul di sebagai musik daerah di India. Musik filmi, dan musik rakyat India merupakan bentuk-bentuk musik pop yang telah menjadi bentuk musik daerah. Musik yang dibawakan kelompok baul berakar pada tradisi sinkretisme, dan merupakan contoh musik rakyat yang dikenal luas.

Tari India juga terdiri dari bentuk-bentuk tari klasik, dan tari rakyat. Di antara tari rakyat India yang dikenal luas, misalnya: bhangra dari Punjab, bihu dari Assam, chhau dari Benggala Barat, Jharkhand, dan sambalpuri dari Orissa, serta ghoomar dari Rajasthan. Akademi Musik, Tari, dan Drama Nasional India telah mengakui delapan bentuk tari sebagai tari klasik India. Di antara kedelapan tarian tersebut sebagian di antaranya dilengkapi narasi, dan dipengaruhi unsur-unsur mitologi Hindu. Kedelapan tari klasik India yang dimaksud adalah: bharatanatyam dari Tamil Nadu, kathak dari Uttar Pradesh, kathakali, dan mohiniyattam dari Kerala, kuchipudi dari Andhra Pradesh, manipuri dari Manipur, odissi dari Orissa, dan sattriya dari Assam.

Teater di India memadukan musik, tari, dan dialog yang memakai skenario atau improvisasi. Kisahnya sering didasarkan pada mitologi Hindu, namun sebagian di antaranya mengambil ide dari kisah percintaan abad pertengahan, sambil menyinggung peristiwa-peristiwa sosial, dan politik. Teater rakyat yang populer di India, misalnya: bhavai dari negara bagian Gujarat, jatra dari Benggala Barat, nautanki, dan ramlila dari India Timur, tamasha dari Maharashtra, burrakatha dari Andhra Pradesh, terukkuttu dari Tamil Nadu, serta yakshagana dari Karnataka.

India memiliki industri film terbesar di dunia. Bollywood memproduksi film-film Hindi yang laris. Industri film Bollywood berpusat di Mumbai, dan telah menjadi industri film paling produktif di dunia. Selain Bollywood, film-film berbahasa Bengali, Kannada, Malayalam, Marathi, Tamil, dan Telugu juga didukung oleh industri film yang mapan.

Bentuk-bentuk awal sastra India berbentuk sastra lisan yang kemudian dijadikan sastra tertulis. Kesusastraan India mencakup karya-karya sastra Sanskerta, seperti bentuk awal Weda, epos Mahabharata, dan Ramayana, drama Sakuntala, puisi-puisi seperti Mahākāvya, dan sastra Sangam dalam bahasa Tamil. Di antara penulis India era modern terdapat sastrawan Rabindranath Tagore yang memenangi Hadiah Nobel tahun 1913.

No comments:

Post a Comment